Esai Media

Gemerlap Cahaya Gedung Tabib

Setelah 107 tahun kesunyian, Gedung Tabib bermandi cahaya dan riuh rendah. Penghujung Tahun 2018 itu dirayakan dengan sesuatu yang tidak biasa bagi seniman-seniman Kepulauan Riau dan seniman jemputan dari Riau, Medan, serta garut Jawa barat.

Adalah Perhelatan Tabib Performing Arts (Helat Seni Gedung Tabib) Pulau Penyengat yang menjadi punca riuh cahaya, gerak dan nada di pulau penyengat di musim utara. Helat yang ditaja oleh Tankcer Dance Studio yang diterajui oleh Ruki Daryudi “Tankcer”, anak watan penyengat berkolaborasi dengan Sanggar Budaya Warisan penyengat, didukung penuh Dewan Kesenian Kepulauan Riau dan Raja Alfirafindra, dosen ISI Yogya asal Pulau Penyengat memberi nuansa baru di penghujung tahun 2018, helat perdana pula yang memakai Gedung tabib pulau penyengat sebagai gelanggang bermain para seniman.  Helat ini diawali pidato singkat Sejarawan Kepri, Aswandi Syahri yang kini bermastautin di Pulau Penyengat. Aswandi bercerita tentang betapa Raja Ahmad Thabib adalah inovator anestesi di zamannya.   Penampilan yang disuguhkan kepada warga penyengat pun tidak sembarang, semua penampilan yang tersaji masih memiliki Jalinan kuat dengan Gedung yang menjadi panggung, pengobatan.

Baik itu ritual pengobatan, maupun interpretasi atas Gedung tabib ini. Ada Rentak Bulian dari Riau, kemudian Garapan berjudul Cawan dari Medan turut melengkapi tema besar perhelatan ini. Ryan Syahputra, musisi yang menghabiskan masa kecil di penyengat tak kalah menyengat dengan denting gambus repertoire Splice of Zapin Penyengat.

Staman Akustik dan Musisi Sanggar Budaya Warisan yang dipimpin Azmi Mahmud mengawali persembahan dengan Syair Raja Ahmad Tabib yang digubah khusus untuk helat perdana ini. Sebagai Pemuncak penampilan, Raja “Epi”Alfirafindra mengajak kanak-kanak pulau penyengat untuk terlibat dalam aksi panggung kolaborasi dengan segenap penampil. Sungguh helat yang manis untuk menutup 2018.

Adi Pranadipa, Banyak memotret Seni Budaya Melayu, tunak di dunia Digital, dapat dijumpai di Instagram @adipranadipa, Sehari-hari berkhidmat di UPT Pusat TIK UMRAH

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *